30. Kebutuhan pendidikan non-Formal di Daerah Pantai Pesisir, Jakarta Utara, Life skill,Pendidikan kesetaraan, virgana wordpress

Pengantar
Banyaknya pengangguran di seluruh pelosok Indonesia sangat memprihatinkan kita semua, belum lagi timbulnya masalah karena ekses dari banyaknya pengangguran, seperti kriminal, penyakit sosial, tingginya tingkat emosi,

Pantai pesisir

gangguan keamanan dan lain-lain.
Pengangguran ini terjadi karena tidak seimbangnya pencari kerja dengan lapangan kerja, kalau kita telusuri lagi bagaimana tingkat pendidikan para pencari kerja tadi? Kompetensi apa yang dia telah miliki untuk bekerja ?. Pada umumnya mereka tidak memenuhi kualifikasi untuk bekerja pada lapangan kerja yang kebetulan tersedia. Dimana pendidikan formal yang mereka miliki tidak matching dengan lapangan kerja yang tersedia, calon pekerja yang kebetulan diterima instansi atau perusahaan, akan menjadi beban bagi perusahaan untuk memberikan pelatihan sebelum mereka mulai bekerja.

pantai nelayan yg rapi

Sebetulnya disini peran pendidikan non formal untuk berkiprah, bagaimana meningkatkan Link and Match Pendidikan Non formal dengan dunia kerja?

Pendidikan Non Formal
Berdasarkan Undang-undang No 2 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa penyelenggaraan pendidikan dibagi menjadi; pendidikan formal, dan pendidikan non formal dan informal.

Pendidikan Formal : TK, SD, SMP, SMA/K, PT

Pendidikan Non Formal: Kursus-kursus, Pendidikan Kesetaraan, pendidikan ketrampilan dll

Bahan Kerang

Informal: Pendidikan Keluarga, Tokoh masyarakat
Kesempatan Kerja sebagai salah satu ukuran keberhasilan pembangunan.

Masyarakat daerah pantai, pada umumnya mencari nafkah dengan mencari ikan di laut. Oleh karena itu banyak anak-anak usia sekolah yang ikut mencari ikan atau sekedar membantu orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan hidup. bagaimana  dengan pendidikan anak-anak yang hidup di daerah pantai ini.

Aneka Hasil kerang

Kalau saja anak-anak ini bersekolah pada sekolah formal, mereka pasti sering bolos atau tidak masuk sekolah karena sering melaut membantu orang tuanya. oleh karena itu untuk melayani pendidikan anak-anak ini diperlukan penyelenggaraan pendidikan yang fleksibel.

Penyelenggaraan pendidikan yang fleksibel adalah

  1. pendidikan non-formal, dengan pendidikan kesetaraan; melalui paket A setara SD, paket B setara SMP dan paket C setara SMA, bahkan pendidikan usia dini pun ada pada pendidikan non-formal. Melalu pendidikan kesetaraan ini seorang anak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga memungkinkan seorang anak nelayan bisa hidup lebih maju karena pengaruh pendidikan non-formal
  2. pendidikan kecakapan hidup life skill, melalui kursus-kursus, misalnya menjahit,

    Dari Kerang Juga

    kecantikan, hantaran pengantin, membuat kerajinan tangan dari bahan kerang, atau karang, kursus memasak dan lain lain jenis kecakapan hidup lainnya yang diperlukan di kehidupan pantai. yang penting pada saat musim ombak besar, anak-anak ini diberikan ketrampilan pada waktu kosong, sehingga dalam waktu singkat  bisa mencari nafkah dari ketrampilan yang dia tekuni

seandainya ini bisa terjadi bahwa ada peningkatan pendidikan pada masyarakat pantai pesisir, ini akan berkorelasi dengan peningkatan pendapatan keluarga itu sendiri. dengan  adanya peningkatan pendapatan keluarga maka pendapatan masyarakat juga meningkat sehingga keberhasilan pembangunan juga akan terlihat secara signifikan, di tingkat kelurahan, kecamatan bahkan tingkat kotamadya sekalipun sehingga  dan akan berpengaruh kepada   keamanan suatu negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: