34. Tiga Kompetensi Dasar Manusia dalam Pendidikan, virgana, Unindra

Menurut Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Indonesia, bahwa pendidikan melalui tiga jalur, yaitu jalur pendidikan formal, pendidikan in-formal dan non-formal.
Jalaur Pendidikan formal diseleggarakan di sekolah melalui jenjang: TK, SD, SMP, SMA/K dan Perguruan Tinggi.
Jalur Pendidikan Informal, pada undang-undang sistem pendidikan sebelumnya di sebut Pendidikan Luar Sekolah (PLS). yang termasuk pendidikan Informal, misalnya pendidikan kesetaraan: Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA. tetapi belum ada pendidikan setara perguruan Tinggi. selanjutnya pendidikan ketrampilan dan pendidikan kursus-kursus juga termasuk ke dalam pendidikan in-formal. untuk menjamin kepercayaan kepada masyarakat tentunya dalam mendidirikan suatu kursus mesti ada izin dulu dari Dinas Pendidikan melalui Suku Dinas Pendidikan.
Jalur Pendidikan Non-Formal, termasuk di dalamnya adalah pendidikan keluarga, pendidikan oleh tokoh masyarakat. Bahkan home scholing
termasuk ke dalam pendidikan non-formal, kalau di selengarakan satu keluarga saja. tetapi kalau home scholing ini di kumpulkan juga menjadi satu kelompok menjadi pendidikan informal.
Pada dasarnya pendidikan melalui jalur manapun harus menyentuh 3 (tiga) kompetensi dasar manusia. Catatan saya pada jaman dulu kala para orang tua kita melalui generasi ke genarasi, sudah memberikan motto: saling asah, asih dan asuh. Dimana dalam pembinaan SDM pada sesama kita harus saling asah dengan cara saling memberikan pengetahuan, saling asih dengan saling mengingatkan kalau ada yang keliru, demikian juga kita harus saling asuh atau mengayomi sesama. Kalau kita kaji hal ini sudah menyangkut ke dalam tiga kompetensi dasar manusia. Jika  ini berkorenpondensi dengan tiga kompetensi dasar yang di kemukaan oleh Benyamin S Bloom dalam “The Taxonomy of Educational Objectives” y, yaitu: Kognitif, Afektif dan Psikomotor.
Maka korenpondensi satu-satu yang dimaksud adalah:
1. asah ini akan berhubungan dengan kognitif (otak)
2. asih akan berhubungan dengan afektif (hati)
3. Asuh akan berhubungan dengan Psikomotor (phisik)

Dengan kata lain pendidikan itu harus dapat merubah dari kondisi tertentu menjadi kondisi yang lebih baik, oleh karena itu pendidikan harus menyentuh kepada tiga kompetensi dasar manusia.
1. kognitif (asah) : dari tidak tahu menjadi tahu
2. afektif (asih) : dari tidak baik menjadi baik
3. psikomotor (asuh) dari tidak bisa menjadi bisa
Demikian catatan akhir tahun saya semoga bermanfaat. Wallahu Allam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: