132. Bukti kebenaran dan ketidak benaran itu relatif, polisi tidak selamanya benar, virgana, unindra PGRI, Universitas Muhamadiyah Jakarta.

Sebuah pengalaman yang dapat membuktikan bahwa ketidakbenaran menjadi benar hanya karena pergantian waktu saja, dan ini sekaligus membuktikan bahwa polisi lalulintas kalau menilang kendaraan di jalan raya tidak selamanya benar. Kalau anda merasa benar dan seorang pemberani ketika ditilang polisi lawan (adu argumentasi). Tapi pengalaman saya sih,saya selalu di posisi lemah …… pokoknya polisi selalu benar.

Sekitar tahun 1973 saya pergi ke sekolah kadang-kadang diantar ayah saya (almarhum), dengan menggunakan sepeda motor honda 50 cc (motor imut kecil), saya sekolah di SMA 26 Tebet Jakarta. kalau tidak diantar saya pergi ke sekolah biasanya menggunakan bis kota Mayasari. Naik dari depan bioskop Nusantara terus turun di Pancoran, terus jalan kaki bersama-teman menuju ke SMA 26.
Suatu ketika saya diantar ayah dengan menggunakan sepeda motor tadi, melalui depan bioskop Nusantara terus belok di Gereja, setelah melewati sedikit belokan gereja ini, tiba-tiba priit, priiiiiit pak polisi menyetop sepeda motor ayah saya. Ayah saya bertanya pagi pak polisi ada apa?. Pak polisi mengatakan bahwa lampu besar sepeda motor ayah saya menyala. Kemudian ayah saya menjawab, maap pak polisi saya lupa mematikan bekas dipakai tadi malam. Kemudian katanya “pokoknya ikut saya ke kantor”. Wah pikir saya dalam hati bakal telat nih ke sekolah, lampu nyala aja kok repot banget, kasih aja peringatan pak lampunya harap dimatikan ini kan udah siang, kan lebih bijaksana.
Ternyata ayah saya kalah adu argumentasi SIM dan STNK diambil, padahal ayah saya guru (tak ada toleransi). Anda jadi polisi juga karena ada guru.

Ayah saya yang bingung bagaimana untuk ambil lagi SIM dan STNK motor butut itu. Allah maha adil, ada murid yang sekolah di SMA 26, anak dari Kepala Kepolisian Indonesia.kemudian Sang murid lapor bapaknya, malamnya ….. SIM dan STNK juga diantar ke rumah, tidak lain adalah pak polisi yang tadi pagi. Katanya dia abis diomelin abis-abisan oleh atasannya, sebab atasannya ada yang ngomelin sebelumnya.

4o tahun kemudian, dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, bahwa sepeda motor harus menyalakan lampunya di siang hari. artinya kebenaran tidak selamanya benar, bahkan yang tidak benar menjadi benar hanya karena pergantian waktu saja. Jadi kebenaran itu adalah relatif demikian juga ketidak benar itu juga relatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: