147. Peran Pendidikan dalam Peningkatan Pendapatan bagi Masyarakat Ekonomi Lemah

Virgana : Peran pendidikan ….(210-219) Jurnal SOSIO e-KONS, Vol. III No.3 Oktober 2011
210
PERANAN PENDIDIKAN DALAM PENINGKATAN
PENDAPATAN BAGI MASYARAKAT EKONOMI LEMAH
VIRGANA
Program Pascasarjana
Universitas Indraprasta PGRI
vpiping@yahoo.co.id

ABSTRAK
Every-one Needs Education to increase the level of living, and Indonesian people have the
level of economic is vary from low to high level and generally most of them low and
middle level therefore they have difficulty to pay for living and they don’t have enough
money to pay for education. People who live in the village have low education. And most
of them work in agricultural. Indonesian government has too many people to educate, until
2011 Indonesian government has nine years compulsory education. In fact we need twelve
year education compulsory education especially for Metropolitan like Jakarta in order to
increase capability of the people. Non-formal education we still need to educate low and
middle worker or people who drop out of the school to increase their vocational education.
Human capital is born by education.
Key words : education, weak economy

PENDAHULUAN

Kemajuan suatu bangsa dapat
menggambarkan kualitas pendidikan
bangsa itu sendiri, karena pendidikan
adalah pembangunan karakter dan jati
diri manusia suatu bangsa. Jika suatu
bangsa ingin maju mulailah dengan
pembangunan pendidikan, dengan
pembangunan pendidikan berarti
meningkatkan kualitas sumberdaya insani
bangsa. Kemudian mengapa Negara kita
yang mempunayai sumber daya alam
yang kaya, tetapi kesejahtraan rakyat
belum tercapai. Apakah mutu pendidikan
kita yang masih rendah sehingga tidak
mempunyai daya saing, bila
dibandingkan Negara tetangga lainya?
Kualitas sumber daya manusia
Indonesia masih rendah, dimana tahun
2010 berdasarkan laporan angka Human
Development Index (HDI) menempati
peringkat 110 dari 177 negara.
Selanjutnya fakta menunjukan bahwa
berdasarkan data (BPS) jumlah penduduk
miskin Indonesia pada bulan Maret 2011
sebesar 30,02 juta, pengangguran 8,12
juta dari jumlah angkatan kerja 119,4 juta
orang. Ditambah lagi infrastruktur yang
rusak paska kerusuhan pada bulan Mei
1998, dan belum ada pembangunan
kembali yang signifikan pada era
otonomi daerah yang sudah berjalan
kurang lebih 11 tahun. Permasalah
tersebut pada umumnya dimiliki oleh
negara-negara berkembang seperti
Indonesia, hal tersebut perlu mendapat
perhatian pemerintah, seperti apa yang
dikemukakan Philip Kotler, ada empat
masalah yang dihadapi negara-negara di
duina:”low level of living; the problem of
population growth; lack of job; and a
deteriorating infrastructure” (Kotler,
1997). Di dalam Pembukan UUD 1945
pada alinea ke – IV tercantum tujuan
Negara yang salah satu diantaranya
adalah untuk memajukan kesejahtraan
umum, sehingga berdasarkan konstitusi
Virgana : Peran pendidikan ….(210-219) Jurnal SOSIO e-KONS, Vol. III No.3 Oktober 2011
Page 211
Indonesia adalah termasuk Negara
kesejahtraan, tetapi mengapa sampai saat
ini Indonesia perekonomiannya masih
terpuruk terutama setelah krisis moneter
tahun 1988? Apakah Negara kita belum
memperioritaskan pembangunan
pendidikan, padahal anggaran pendidikan
minimal 20% berdasarkan Undangundang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang
system Pendidikan Nasional, sacara
faktual menurut Soedjiarto (1998)
”kondisi sekolah, baik fasilitas; sarana
prasarana, sumber belajar, buku, dan
kesejahtraan tenaga pendidik (guru dan
dosen) yang jauh di bawah standar
kelayakan hidup di era abad ke-21. Ini
menandakan komitmen pemerintah
terhadap pendidikan masih lemah,
mestinya pembiayaan pendidikan
dianggarkan secara prioritas dalam
perhitungan RAPBN, kemudian sector
lainnya. (bukan hanya dalam kampanye
saja perhatian pada pendidikan,
kesehatan, kesejahtraan).
Ada berbagai aspek yang
menentukan dalam peningkatan kualitas
manusia (Human Capital), diantaranya
adalah sehat jasmani, dan rohani serta
pendidikan. Dari berbagai aspek ini
pendidikan merupakan yang paling
penting menentukan kualitas manusia,
karena dengan pendidikan manusia akan
memperoleh pengetahuan, dan dengan
pengetahuannya manusia akan
meningkatkan kondisi tarap hidupnya
agar lebih baik. Oleh karena itu, karya
ilmiah ini akan menyoroti perbagai aspek
pendidikan, antara lain: peranan
pendidikan, ekonomi pendidikan,
investasi pendidikan, pembangunan
ekonomi, pendidikan kebudayaan, dan
peranan pendidikan dalam pembangunan
ekonomi.

PEMBAHASAN
Dewasa ini berkembang sekurangkurangnya
ada tiga perspektif secara
teoritis yang menjelaskan hubungan
antara pendidikan dan pertumbuhan
ekonomi, yakni teori modal manusia,
teori alokasi dan teori strata sosial. Teori
modal manusia menjelaskan bahwa
manusia yang memiliki tingkat
pendidikan lebih tinggi, akan memiliki
pekerjaan dan upah yang lebih baik
dibandingkan dengan pendidikannya
lebih rendah. Apabila upah
mencerminkan produktivitas, maka
semakin banyak orang yang memiliki
pendidikan tinggi, semakin tinggi
produktivitas dan hasil ekonomi
nasionalnya akan tumbuh lebih tinggi.

Peranan Pendidikan
Pendidikan memang bertujuan untuk
membangun totalitas kemampuan
manusia baik sebagai individu maupun
sebagai bagian dari anggota masyarakat.
Pendidikan yang kita laksanakan adalah
dengan maksud mengembangkan tiga
aspek dalam diri setiap manusia, yaitu (1)
cognitive learning, yang meliputi
pengembangan ilmu pengetahuan,
potensi dan daya intelektualitas; (2)
affective development, yaitu meliputi
penanaman nilai-nilai moralitas dan
religiulitas, serta pemupukan sikap
emosinalitas, dan sensibilitas, dan (3)
practical competence yang mencakup
peningkatan performance dalam
kehidupan berbangsa, pengembangan
kemampuan adaptasi terhadap
perubahan, pemupukan daya sensivitas
terhadap persoalan sosial
kemasyarakatan, pembinaan kapasitas
diri dan pengetahuan untuk memperluas
berbagai bidang pekerjaan, kesehatan,
kehidupan keluarga, dan masalahmasalah
praktis yang lain.
Pengembangan aspek dalam diri
manusia tersebut juga berkaitan dengan
perubahan sosial yang sering terjadi
dipelopori oleh kaum elite terdidik, kaum
intelektual dan lapisan terpelajar. Tidak
hanya itu, pendidikan secara filosofis
Virgana : Peran pendidikan ….(210-219) Jurnal SOSIO e-KONS, Vol. III No.3 Oktober 2011
Page 212
membangun manusia secara holistic,
artinya membangun manusia dalam
keseluruhan potensi yang dimiliki’
Jadi melalui proses pendidikan
seluruh dimensi kemanusiaan dapat
tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pendidikan akan dianggap berhasil bila
mampu mengantarkan individu-individu
untuk mencapai “intellectual and
emotional maturity, full development of
personal capability, individual
fulfillment” dan “educational appropriate
to the whole of mans nature” (J.W Trent
& D. Mansker, 1968).
Oleh karena itu, pendidikan tidak
hanya dipikirkan untuk pengembangan
diri individu tetapi juga menjadi salah
satu agenda penting dalam pembangunan
nasional. Pendidikan mempunyai peranperan
dalam pembangunan sebagai
berikut; (a) Faktor penentu kemajuan
bangsa di masa depan, (b) Merupakan
salah satu bentuk investasi modal
manusia (human investment) yang akan
menentukan kualitas umber daya
manusia dalam pembanguan ekonomi.

Ekonomi Pendidikan
Ekonomi pendidikan merupakan
bagian yang terpenting dari ilmu
ekonomi yang merupakan hal yang tak
terpisahkan dari sumber daya manusia
menuju pembangunan nasional.
Landasan ekonomi pendidikan menurut
Elchanan Cohn (1979), pendidikan
adalah suatu studi tentang bagaimana
manusia baik perorangan maupun
kelompok masyarakat membuat
keputusan dalam rangka mendayagunakan
sumber-sumber daya yang terbatas
agar dapat menghasilakan berbagai
bentuk pendidikan dan latihan,
pengembangan ilmu pengetahuan dan
ketrampilan, pendapat dan sikap nilainilai
khususnya melalui pendidinan
formal, serta bagaimana mendikusikannya
secara merata (equal) dan adil
(equality) diantara berbagai kelompok
masyarakat.
Ilmu ekonomi pendidikan tumbuh
dan berkembang oleh perspektif investasi
sumber daya manusia (human capital).
Hali ini dapat kita lihat dari fungsi
sumbangan pendidikan dapat
meningkatkan kesejahtraan masyarakat,
dengan asumsi bahwa unuk mencapai
kesejahtraan masyarakat dapat di lihat
dari jumlah physical capital yang
meningkat juga labour (human capital)
akan lebih meningkat. Caranya yaitu
dengan menambahkan ketrampilan,
pendidikan, dan juga pengetahuan
melalui pendidikan formal, non formal
dan informal. Sebenarnya merupakan
kesempatan bagi daerah dalam era
otonomi ini untuk meningkatkan sector
riel, dengan mendidik SDM nya yang
berbasiskan ketrampilan.
Hal lain adalah investasi capital fisik
manusia untuk meningkatkan output,
berdasarkan fungsi produksi bahwa
output ditentukan oleh tingkat teknologi,
physical capital, human capital yaitu
dengan meningkatkan ketrampilan tenaga
kerja (dari sisi peningkatan mutu) yang
ada dan jumlah tenaga kerja (labour) dan
tingkat pendidikan rata-rata masyarakat
yang sangat diperlukan karena akan
memberikan sumbangan kepda kenaikan
kesejahtraan masyarakat.
Selain itu juga jika terjadi
penambahan jumlah tenaga kerja akan
menambahkan peningkatan pendapatan
total, hal itu akan bertambah apabila
ditingkatkan ketrampilan yang dimiliki
dan penggunaan teknologi yang lebih
baik maka akan memberikan sumbangan
yang cukup berarti terhadap pembangunan
ekonomi. Peningkatan
ketrampilan termasuk penggunaan alatalat
teknologi harus melalui pelatihan
yang terprogram, oleh karena itu
pendidikan dan pelatihan yang
berbasiskan life skill sangat diperlukan
oleh bangsa Indonesia saat ini. Seperti
Virgana : Peran pendidikan ….(210-219) Jurnal SOSIO e-KONS, Vol. III No.3 Oktober 2011
Page 213
apa yang dikatakan Dr. Miranda Gultom
bahwa “pengangguran yang tinggi terkait
kepada pertambahan penduduk dan
kualitas pendidikan dan skil sebagian
rbesar SDM kita”. Pendidikan yang
berbasiskan life skill pendekatannya
dengan pendidikan non-formal, seperti
kursus ketrampilan tata busana, tata boga,
rias penganten, tata rambut atau
perbengkelan.

Investasi Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu
bentuk investasi modal manusia (human
investment) yang akan mentukan kualitas
sumber daya manusia (SDM) suatu
bangsa. Bangsa-bangsa yang maju di
dunia pasti didukung oleh SDM yang
berkualitas, sehingga memiliki
keunggulan hamper di semua bidang,
termasuk bidang ekonomi.
Penegasan tentang pendidikan dapat
memberikan kontribusi pada pertumbuhan
ekonomi itu dengan asumsi bahwa
pendidikan akan melahirkan tenaga kerja
yang produktif, karena memiliki
kompetensi, pengetahuan, dan ketrampilan
yang memadai. Tenaga kerja terdidik
dengan kualitas yang memadai merupakan
faktor determinan bagi peningkatan
kapasitas produksi, sehingga memberikan
stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi.
Jadi nilai ekonomi pendidikan itu
terletak pada sumbangannya dalam
menyediakan atau memasok tenagatenaga
kerja terdidik, terampil,
berpengetahuan, berkompetensi tinggi
sehingga lebih produktif.
Lebih dari itu pendidikan dapat
mengembangkan visi dan wawasan
kehidupan yang maju di di masa depan
serta menumbuhkan sikap mental dan
etos kerja yang tinggi. Kedua hal tersebut
sacara psikologi akan melahirkan energy
yang dapat mendorong dan menggerakan
kerja produksi untuk mencapai kemajuan
di masa depan.
Dari pendidikan yang kita
laksanakan, akan melahirkan tenaga kerja
terdidik untuk mencapai keunggulan
kompetitif (competitive advantage).
Pencapain keunggulan kompetitif disertai
dengan penguasaan teknologi akan
mendorong peningkatan produktivitas
dan efesiensi. Jadi antara manusia dengan
penguasaan teknologi harus ada
persenyawaan agar menciptakan
kekuatan sinergi sehingga bias
mendorong percepatan pertumbuhan
ekonomi.

Pembangunan Ekonomi
Krisis ekonomi yang terjadi di
Indonesia khusunya menurut para ahli
terjadi tidak hanya faktor-faktor teknis
permasalahan ekonomi, tetapi disebabkan
juga terbatasnya SDM yang berkualitas.
Padahal SDM yang berkualitas
merupakan unsure terpenting dalam
membangun daya tahan (ekonomi)
bangsa, yang tidak selalu tergantung pada
Negara lain. Hal ini menegaskan keapada
kita betapa vitalnya factor SDM itu. Jadi
dapat kita kaatakan bahwa pendidikan
merupakan salah satu elemen paling
penting dalam pengembangan SDM.
Kita melihakat kembali pada masa
lampau ketika terjadi penurunan nilai
mata uang rupiah, dimana saat itu
pengaruhnya masuk pada berbagai sendi
kehidupan, apakah yang sebenarnya
terjadi? Hal ini tidak lain adalah
disebabkan daya tahan ekonomi
Indonesia yang sangat rentan.
Perekonomian Indonesia yang saat itu
baru berjalan 30 tahun, sedangkan
Negara-negara Barat yang sudah mapan
untuk mencapai tingkat ekonomi yang
stabil dalam suatu system politik yang
mantap memakan waktu ratusan tahun.
Oleh karena itu dapat kita katakan bahwa
daya tahan ekonomi suatu bangsa
(menurut Soedijarto) akan tergantung
pada; 1) Kemampuan menemukan dan
mendayagunakan serta mengolah sumber
Virgana : Peran pendidikan ….(210-219) Jurnal SOSIO e-KONS, Vol. III No.3 Oktober 2011
Page 214
alam yang kaya secara efektif. 2)
Kemampuan mendayagunakan dan
mengelola modal secara rasional, efesien
dan efektif. 3) Kemampuan
mengembangkan dan menerapkan
teknologi secara tepat guna. 4)
Menghasilkan barang dan jasa (komoditi)
yang berguna bagi pembangunan yang
berkesinambungan. 5) Mengembangkan
dan menata system perdagangan yang
menguntungkan.
Seiring dengan perkembangan
zaman dan merujuk pada teori
pembangunan konvensional, masalah
SDM belum mendapat perhatian secara
proporsional. Teori ini masih diyakini
sumber pertumbuhan ekonomi itu
terletak pada konsentrasi modal fisik
(Physical Capital) . modal fisik yang
diinvestasikan dalam suatu proses
produksi seperti pabrik dan alat-alat
produksi. Juga termasuk pula
pembangunan isfrastruktur seperti
transportasi, komunikasi, dan irigasi
untuk mempermudah proses transaksi
ekonomi.
Belakangan ini terjadi pergeseran
teori pembangunan, bahwa yang dapat
memacu pertumbuhan ekonomi justru
adalah faktor manusia (human capital)
yang bertumpu pada pendidikan. Oleh
karena itu pendidikan mempunyai nilai
ekonomi yang demikian tinggi, seperti
yang dikatakan M.J Bowman (1996) “the
human investment revolution in economic
thought” sehubungan dengan itu Ronald
Inglehart menyatakan “Economic
developments linked with a syndrome of
change that includes not only
industrialization, but also urbanization,
mass education, occupational,
specialization, bureaucratization, and
communications development”
Pergeseran teori ini terjadi
bersamaan dengan pergeseran paradigma
pembangunan yang semula bertumpu
pada kekuatan sumber daya alam
(natural resource based) kemudian
berubah menjadi bertumpu pada
kekuatan sumberdaya manusia (human
resource based) atau istilah yang biasa
disebut knowledge based economy.
Pergeseran paradigma ini akan semakin
mempertegas bahw aspek SDM sangatlah
bernilai sangat strategis dalam
pembangunan.
Teori lain adalah teori pembangunan
kontemporer, yang mengemukakan
bahwa pendidikan mempunyai
keterkaitan sangat erat dengan
pembangunan ekonomi, dengan kata lain
ada hubungan yang signifikan antara
pendidikan dengan pertumbuhan
ekonomi di suatu Negara. Karena itu
investasi di bidang pembangunan SDM
bernilai sangat strategis dalam jangka
panjang, dengan alas an pendidikan
memberikan kontribusi yang sangat besar
terhadap pembangunan, termasuk untuk
memacu pertumbuhan ekonomi.
Sebagian besar ekonom sepakat,
bahwa sumber daya manusia dari suatu
bangsa bukan modal fisik atau sumber
daya material tetapi merupakan factor
paling menentukan karakter dan
kecepatan pembangunan social dan
ekonomi suatu bangsa bersangkutan
(Todaro, 1997)
Amich Alhumami mengungkapkan
secara gambling betapa kuatnya
hubungan antara pendidikan dan
pembangunan ekonomi (Kompas, 6
Agustus 2004). Pendidikan sebagai
medium bagi proses transmisi teknologi
dianggap sebagai pendorong
pembangunan ekonomi. Kesimpulan
secra implicit, menekankan pada
pembenahan pendidikan khususnya
pendidikan tinggi dan meminta peran
pemerintah yang besar dalam alokasi
pembiayaan pendidikan tinggi.
Ada beberapa catatan yang perlu
diperhatikan saat kita berbicara tentang
hubungan antara pendidikan dan
pembangunan ekonomi. Pertama, kita
harus melihat pendidikan sebagai suatu
Virgana : Peran pendidikan ….(210-219) Jurnal SOSIO e-KONS, Vol. III No.3 Oktober 2011
Page 215
investasi pada modal manusia (human
capital investment). Ketika kita berbicara
tentang investasi, pertanyaan berikutnya
adalah apakah investasi efektif dan
berdampak positif bagi kesejahtraan
masyarakat.
Masuknya dana public (social cost)
ke dalam pembiayaan pendidikan
menjadikan keuntungan social (social
benefit) layak dipertimbangkan sebagai
tolok ukur efektivitas investasi modal
manusia. Dengan kata lain, subsidi
pendidikan kepada seorang
siswa/mahasiswa semestinya bernilai
secara efektif untuk masyarakat. Selain
manfaat social, pendidikan juga memberi
manfaat individu (private benefit)
melalui pendapatan atau akses kepada
pekerjaan yang layak. Dalam ekonomi
pendidikan, kedua manfaat itu selalu
dijadikan tolok ukur tentang pengaruh
pendidikan terhadap nilai ekonomis,
termasuk pembangunan ekonomi.
Memasuki abad ke-21, paragdigma
pembangunan yang merujuk pada
knowledge based economy tampak
dominan, yaitu 1) kemajuan ekonomi
bertumpu pada basis kemajuan ekonomi
kian kuat dan solid, 3) pendidikan
menjdipenggerak utama dinamika
perkembangan ekonomi yang mendorong
proses transformasi structural berjangka
panjang.

Pendidikan Kebudayaan pada
Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Ki hajar Dewantara
“budaya adalah buah-buah keluhuran
budi” sedangkan menurut
Koentjaraningrat “kebudayaan adalah
keseluruhan system gagasan, tindakan,
dan hasil karya manusia dalam rangka
kehehidupan masyarakat yang dijadikan
identitas diri manusia yangdiperoleh
dengan cara belajar”. Sehubungan
dengan pergeseran waktu ke waktu dan
dengan perkembangan 3T (Transportasi,
Telekomunikasi, dan Teknologi)
kecenderungan masyarakat meninggalkan
budayanya sendiri, lihat saja dalam
kehidupan sehar-hari, di Jakarta ada
teater “Cicih” yang menyuguhkan
kesenian tradisional atau di Taman Mini
di anjungan Jawa Barat, jawa Tengah
ataupun Jogyakarta yang menyuguhkan
kesenian tradisional sepi dari
pengunjung. Ini menandakan minat
masyarakat telah bergeser dari yang
tradisional ke kehidupan modern yang
banyak dipengaruhi oleh kebudayaan
Barat. Contoh lain penggunaan bahasa
Indonesia (budaya bangsa) telah
bercampur aduk dengan kata-kata bahasa
inggris atau bahasa asing lainnya.
Selanjutnya kita perhatikan prilaku
perbankan dimana komposisi
pembiayaan atau kredit pada dekade
belakangan ini telah berubah. Pada
dekade 1990-an komposisi kredit
perbankan sebagian besar adalah untuk
pembiayaan sektor produktif, baik sektor
pertanian, sektor industri, sektor
perdagangan dan sektor produktif
lainnya. Tetapi seiring dengan
perkembangan jaman pembiayaan dari
bank sektor produktif semakin berkurang,
dimana telah digantikan posisinya oleh
individu atau para pekerja yang selama
ini sangat jarang menjadi debitur. Pada
pegawai pemda DKI Jakarta misalnya di
kalangan guru, juga terpengaruh pola
konsumtif yang semestinya mempunyai
tugas pokok mendidik masyarakat, tetapi
dengan seiring dengan meningkatkan
kesejahtraan melalui Tunjangan Kinerja
Daerah (TKD) yang rata-rata mendapat
minimal Rp.3.500.000 per-bulan di luar
gaji. Ternyata banyak pinjaman pada
Bank DKI atau banyak cicilan tertentu.
Berdasarkan catatan perbankan indonesia
tahun 2005, bahwa “29,95% dari Rp.
695,65 triliyun outstanding kredit
perbankan di indonesia merupakan kredit
konsumtif langsung pada nasabah
perbankan, sedangkan 10,44%
merupakan kredit yang diberikan kepada
Virgana : Peran pendidikan ….(210-219) Jurnal SOSIO e-KONS, Vol. III No.3 Oktober 2011
Page 216
sektor dunia usaha”. Dapat disimpulkan
bahwa pinjaman konsumtif merupakan
pendorong pertumbuhan kredit perba.
Sebenarnya ini akan menjadi masalah di
masa yang akan datang, karena pinjaman
konsumtif yang besar adalah akan
terjadinya kondisi suku bunga tinggi.
Tingginya suku bunga dapat
menimbulkan naiknya angka pengangguran,
tingginya angka pengangguran
akan terjadinya tekanan terhadap besaran
upah, dan akibat hutang yang dimiliki
pekerja suku bungan tinggi membuat
makin berkurangnya kemampuan pekerja
untuk pembiayaan kebutuhan lainnya.
Akibat hutang bagi guru akan
mengakibatkan penurunan disiplin,
karena tekanan untuk pemenuhan
pembayaran hutang, baik mencari
tambahan pendapatan maupun
menghindari debt collector.
Disinilah perlunya pendidikan
budaya bagi masyarakat, seperti telah
dikatakan di atas, budaya adalah sesuatu
hal yang mempunyai nilai positif.
Budaya dan pertumbuhan ekonomi
adalah suatu hal yang saling
komplementer, faktor budaya itu sendiri
tidak dapat sendirian mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi. Inglehardt
menyatakan “cultural and economic
factors play complementary roles in
economic growth”pada abad ke-21 yang
penuh tantangan terutam pengaruh
globalisasi pada semua sendi kehidupan,
terjadilah pergeseran budaya bangsaa
Indonesia, salah satu keberhasilan
penyebaran budaya Barat adalah dengan
meluasnya anggapan bahwa ilmu dan
teknologi yang berkembang di barat
merupakan suatu yang universal. Oleh
karena itu bagi masyarakat yang akan
mencoba mengembangkan seni
tradisional menjadi bagian dari
kehidupan moderen, tentu harus berupaya
memodifikasi bentuk-bentuk seni yang
berbasiskan masa lalu dalam rangka
menjadikan komoditi yang dapat
dikonsumsi masyarakat moderen yang
mempunyai nilai ekonomi bagi
parawisata baik dalam dan laur negeri.
Peranan Pendidikan dalam
Pembangunan ekonomi
Sebuah perubahan yang diharapkan
terjadi dalam kehidupan masyarakat
Indonesia khususnya adalah melalui
peranan pendidikan, karena pendidikan
yang akhirnya akan berdampak pada
pembanguan ekonomi yang berimbas
pada kesejahtraan masyarakat pada
umumnya, kini harapan itu semakin
nyata, karena amanat konstitusi
menyatakan bahwa anggaran pendidikan
sekurang-kurangnya 20% dari APBN
maupun APBD. Karena dengan biaya
sebesar itu, pemerintah dapat
menggratiskan sekolah, memperbaiki
sarana dan prasarana, meningkatkan
kesejahtraan guru dan dosen dan
sebagainya.pendidikan yang berlangsung
di Indonesia, belum dapat dikatakan
berhasil. Hal ini dapat kita lihat dari
banyak hal. Salah satunya dari Human
Development Indeks (HDI) Indonesia
menduduki posisi 110 dari 177 negara di
Asia, padahal secara kwantitas negara
yang cukup padat dan cenderung yang
mempunyai potensi besar dalam sumber
daya manusia. Jumlah penduduk
Indonesia yang sangat besar harus
ditransformasi menjadi kekayaan
manusia. Industri yang padat modal harus
dibarengi dengan industri yang padat
karya. Pada saat yang sama modal
manusia harus dikembangkan agar lebih
terampil dan berkualitas ekspor.
Membangun bangsa adalah
membangun manusia atau mahluk hidup
berakal yang ada di dalamnya. Industri,
ekonomi, politik, perdagangan dan
berbagai faktor lain harus berada satu
tingkat di bawah pembangunan manusia,
karena semua itu hanyalah benda mati
yang tergantung pada perilaku, budaya
dan tata nilai yang dianut manusianya.
Virgana : Peran pendidikan ….(210-219) Jurnal SOSIO e-KONS, Vol. III No.3 Oktober 2011
Page 217
Jika pembangunan manusianya berhasil,
maka dalam bentuk apapun, industri,
ekonomi, politik, perdagangan dan
sebagainya bisa dipastikan juga akan
berhasil. Ini berarti semua konsep
pembanguan yang berasal dari dunia luar
harus disesuaikan dengan manusia
Indonesia. Untuk membangun bangsa,
kebijakan pemerintah harus berfokus
pada tiga hal yaitu kebijakan investasi,
kebijakan industri, dan kebijakan
perdagangan. Kebijakan investasi
berkaitan dengan dorongan pemerintah
untuk menghasilkan penciptaan bisnisbisnis
baru, kebijakan industri berkaitan
dengan dorongan pemerintah untuk
mengembangkan produk barang dan jasa
dari dunia usaha, dan kebijakan
perdagangan berkaitan dengan dorongan
untuk pengembangan pasarnya.
Dikatakan oleh Amich Alhumami,
bahwa pendidikan memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap
pemebangunan ekonomi telah menjadi
kebenaran yang aksiomatik. Hali ini
dikuatkan dengan pendapat Schweke
dalam bukunya Smart Money: Education
an Economic Development (2004) yang
mengatkan bahwa pendidikan bukan saja
akan melahirkan sumber daya manusia
(SDM) berkualitas, memiliki
pengetahuan dan ketrampilan serta
menguasai teknologi, tetapi juga dapat
menumbuhkan iklim bisnis yang sehan
dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.
Karena dengan kempuan SDM yang
tangguh dapat menghadapi persaingan
kompetitif yang tangguh pula. SDM yang
berkualitas didapat melalui pendidikan.
Dengan pencapaian pendidikan pada
semua level akan meningkatkan
pendapatan dan produktivitas masyarakat
Pendidikan merupakan jalan menuju
kemajuan dan pencapaian kesejahtraan
sosial dan ekonomi, sedangkan kegagalan
membangun pendidikan akan melahirkan
berbagai problem krusial misalnya,
pengangguran, kriminalitas,
penyalahgunaan narkoba, dan lain
sebagainya. Oleh karena itu sudah
saatnya kita lebih memprioritaskan
pemerataan pendidikan, relevansi mutu,
dan efesiensi anggaran untuk
meningkatkan human capital .
menempatkan pendidikan sebagai
prioritas utama dalam pembanguan atau
leading sector yang dapat mendorong
percepatan pembanguan ekonomi.
Pendidikan dapat memberikan kontribusi
yang signifikan terhadap pertumbuhan
ekonomi menuju otonomi pendidikan.
Dari data BPS tahun 2010 dapat
dilihat bahwa ada kenaikan upah sebesar
7,14% bila dihubungkan dengan
kenaikan angka partisipasi sekolah untuk
kelompok umur 19 – 24 tahun, dimana
tahun 2009 angka partiasi sekolah
sebesar 12,72% dan tahun 2010 13,77%.
Dengan perkembangan ekonomi
mengakibatkan dua hal; 1)
Menumbuhkan demokratisasi yang akan
memberi dan meningkatkan perubahan
struktur sosial yang dapat memobilisasi
pertisipasi masa, dan 2) Perubahan
budaya yang akan membantu upaya
peningkatan mutu pendidikan,
merupakan suatu hal yang mutlak dalam
membangun pendidikan yang lebih baik
dalam era kompetitif ini.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari paparan pembahasan tentang
peranan pendidikan terhadap
pertumbuhan ekonomi menuju
kesejahtraan rakyat di atas dapat
disimpulkan bahwa : 1) Dalam dunia
pendidikan peningkatan mutu pendidikan
adalah hal yang sangat penting.
Peningkatan mutu pendidikan
dipengaruhi oleh input, proses dan output
dalam pendidikan . 2) Ada tiga hal yang
menjadi pusat pembicaraan pendidikan
yaitu a) peningkatan mutu, b) pemerataan
akses, dan c) efesiensi anggaran. 3)
Virgana : Peran pendidikan ….(210-219) Jurnal SOSIO e-KONS, Vol. III No.3 Oktober 2011
Page 218
Terhadap tenaga kerja tingkat bawah dan
menengah pendidikan dapat memberikan
kontribusi langsung proses pertumbuhan
ekonomi negara melalui peningkatan
ketrampilan dan kemampuan produksi. 4)
Sumbangan pendidikan terhadap
pertumbuahan ekonomi menjadi semakin
kuat setelah memperhitungkan efek dari
interaksi antara pendidikan dan bentuk
investasi fisik lainnya. 5) Salah satu
keberhasilan pembangunan ekonomi
adalah yang kuat dalam membangun
pendidikan, terutama komitmen anggaran
pendidikan minimal 20%. 6) Investasi di
bidang pendidikan secara nyata berhasil
mendorong kemajuan ekonomi dan
menciptakan kesejahtraan sosial, dan
disukung oleh pembiayaan yang memadai. 7)
Kembangkanlah seni tradisional dengan
modifikasi yang kreatif agar mempunyai
nilai ekonomi yang dapat dijual sehingga
dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi
bangsa Indonesia. 8) Pertumbuhan ekonomi
dipahami berlangsung melalui investasi
dibidang kapital fisik dan sumbardaya
manusia, di negara berkembang telah
mendapatkan perhatian yang berlebihan.
Investasi harusnya dilakukan secara
proporsional, anata kapital fisik dan
sumberdaya manusia. Dan 9) Pertumbuhan
ekonomi, kenaikan output perkapita,
berlangsung ketika terjadi physical
capital deepening. Kenaikan investasi
dalam human resources, termasuk
pendidikan, bukan hanya dapat
meningkatkanj output perkapita, tetapi
agar dapat peningkatan fingsi produksi.

Saran-saran
Saran-saran yang dapat disampaikan
adalah sebagai berikut: 1) Dalam rangka
pembiayaan pendidikan pemerintah
hendaknya mempunyai komitmen yang
kuat terhadap anggaran pendidikan
minimal 20%, sesuai dengan amanat
konstitusi. 2) Pemerintah hendaknya
meminimalisir kesenjangan yang terjadi
dalam kehidupam masyarakat melaui
pendidikan non-formal dalam rangka
menjangkau masyarakat yang marjinal
untuk meningkatkan ketrampilan. 3)
Perlu di bangun lembaga pendidikan
masyarakat (community college), yang
memberikan training dan retraining
pengetahuan dan ketrampilan untuk dapat
hidup dan membangun masyarakat.
Lembaga ini dapat dibiayai pemerintah,
masyarakat, atau swasta. 4) Sudah
saatnya Indonesia melaksanakan wajib
belajar 12 tahun, terutama bagi kota besar
Metropolitan seperti DKI Jakarta. 5)
Mesin pertumbuhan ekonomi adalah the
stock of useful knowledge, jenis
ketrampilan yang usefull, yang dapat
meningkatkan human invesment seluaruh
keluarga. 6) Perlu pemahaman tentang
desentalisasi pendidikan karena dengan
desentralisasi menyebabkan prioritas
pembangunan di daerah tidak pada
bidang pendidikan, karena pada
umumnya daerah memprioritaskan
kebutuhan primer lainnya. Dan, 7) Dalam
era otonomi pendidikan, peranan
pendidikan dalam pembangunan ekonomi
cukup signifikan, karena untuk dapat
melaksanakan otonomi pendidikan
diharapkan sumberdaya yang berkualitas
dapat membantu pertumbuhan ekonomi
negara.

DAFTAR PUSTAKA
Alhumami, Amich.”Tiga Isu Kritis
Pendidikan”,
http://kompas.com/kompascetak/
040/0407/02/opini/1111851.
htm
Badan Pusat Statistik Data tahun
2010.
Buchori, Mochtar, “Pendidikan,
Pengembangan Sumber Daya
Manusia, dan Pembangunan
Ekonomi” Educatio Indonesiae,
No.3 Tahun II, Juli-September,
1994
Boediono, “Peningkatan mutu
Pendidikan dan Pembangunan
Ekonomi: Pelaksanana Wajib
Virgana : Peran pendidikan ….(210-219) Jurnal SOSIO e-KONS, Vol. III No.3 Oktober 2011
Page 219
Belajar 9 Tahun”, Mimbar
Pendidikan: 13 (2) 1995.
Fattah, Nanang, Ekonomi dan
Pembiayaan Pendidikan.
Bandung: Remaja Rosdakarya,
2002.
Khusaini, Pendidikan dan
Pertumbuhan Ekonomi, FKIP
Unis Tanggerang, 2007
Kotler, Philip, et.al., The Marketing of
Nations, The Free Press, New
York, NY 10020, 1997.
Inglehart, Ronal, Modernization and
Postmodernization, Princeton
University Press, priceton, New
Jersey, 1997.
Soedjiarto. Prof. Dr. MA. Pendidikan
Sebagai Sarana Reformasi
Mental dalam Upaya
Pembangunan Bangsa. Jkarta
Balai Pustaka, 1998.
Suryadi, Ace dan H.A.R. Tilaar, Analisis
Kebajijakan Pendidikan Suatau
Pengantar, Bandung: Remaja
Rosdakarya, 1994.
Undang-undang Republik Indonesia,
nomor 20 Tahun 2003, tentan
Sistyem PENDIDIKAN Nasional,
BP. Cipta Jaya – Jkarta, 2003.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: