161. Uang Haram Untuk Menggaji Karyawan, Speedy Internet Pemerintah, Bagai lembaga Pencucian Uang.

Speedy_jelek

Karyawan yang bekerja pada perusahaan atau badan usaha milik pemerintah atau milik swasta. Atau seseorang yang bekerja pada individu, misalnya sebagai sopir pribadi atau pembantu rumah tangga. Dengan kata lain bahwa seorang karyawan mengharapkan imbalan dari seorang majikan setelah ia bekerja dalam periode terntentu, pada umumnya bulanan.

Apakah seorang sopir pribadi paham bahwa gaji yang diterimanya setiap bulan dari majikan, berasal dari usaha yang halal, atau bukan hasil korupsi. Demikian juga seorang pembatu rumah tangga, apakah dia tahu asal usul uang majikan yang diberikan kepadanya adalah uang hasil usaha yang halal. Pada umumnya mereka tidak ambil pusing, yang penting mereka dapat upah atas pekerjaannya. Kemudian apakah upah mereka itu halal karena mereka tidak tahu asal usul uang yang diberikan kepadanya? Saya berpendapat halal, alasannya mereka telah bekerja dan berhak atas upah sebagai jerih payah bekerja. Kalau diibaratkan upah mereka itu adalah bagai air bening, karena air keruh sudah terproses adanya penyaringan yaitu dengan alat penyaringan “telah bekerja keras dan tidak tahu asal usul air tersebut” (Sebagai Kasus ke 1)

(Kasus ke 2). Andaikan sang supir atau pembantu rumah tangga tahu bahwa majikan mereka mempunyai usaha yang tidak halal atau katakanlah hasil korupsi. Apakah upah mereka yang diterima itu halal. Saya berpendapat makruh, karena alat saringannya ” bekerja keras saja”, air masih kelihatan bersih masih bisa dipergunakan dari pada mati, tapi sekali-kali keluarganya sakit perut karena ada beberapa bakteri mengkontaminasi air tadi. Kesimpulannya, saya sarankan pada pekerja pada kasus ke 2 ini meninggalkan tempat bekerjanya, dan pindah cari majikan baru yang lebih baik, agar kita bisa selamat di dunia dan di akherat.

Analog. Apabila kita bekerja pada perusahaan atau lembaga baik milik negara ataupun milik swasta. Mestinya kita memilih pada perusahaan mana kita harus bekerja. Pemerintah misalnya, apakah uang untuk menggaji pegawai negeri sipil merupakan uang dari hasil usaha yang halal. Kita tahu pajak adalah sumber pendapatan pemerintah yang utama, apakah pajak ini uang halal atau haram. Karena banyak pajak yang berasal dari tempat hiburan malam, cukai rokok, Hotel, minuman keras, judi atau prostitusi. Yang terakhir ini pelembagaan lokalisasi prostitusi yang akan di bentuk “AHOK”, sebenarnya diharapkan pajak pendapatan daerahnya. sudah jelas kita harus menolaknya, dari pada rakyat kita sakit lebih parah dari saat ini.

Perusahaan milik pemerintah misalnya layanan internet Speedy yang merupakan produk telkom atau perusahaan sejenis yang menerapkan sistem yang sama tentang tagihan pada pelanggan, juga mengandung uang haram yang berlindung dibalik aturan, sebagai pencucian uang. Misalnya seorang pelanggan menunggak 3 bulan (berbagai alasan), pada bulan pertama tidak membayar layanan internet secara otomatis dihentikan oleh speedy, dan si pelanggan ketika akan menggunakan layanan internet pada bulan ke-2, tidak bisa menggunakan, demikian juga untuk bulan berikutnya. tapi tagihan harus dibayar 3 bulan, nah menurut saya apabila si pelanggan ini membayar terpaksa dan tidak ikhlas, maka uang yang 2 bulan ini adalah hasil usaha yang haram, karyawan speedy banyak yang sakit karena makan upah gaji yang berasal dari uang haram, dan sudah tahu tapi diam saja tanpa mengusulkan pada atasannya, bahwa sistem penagihan harus dirubah. Beda dengan karyawan speedy yang sehat, karena mereka tidak tahu menahu dan telah bekerja keras. Apalagi yang menunggak setahun, uang haramnya 11 bulan lumayan, tanpa melayani nggak usah capek-capek dapat uang masuk.

Kapan kita dapat layanan yang enak dari pemerintah.?

Dugaan saya Speedy harus siap kalah dalam persaingan dengan perusahaan milik swasta.

 

2 responses to this post.

  1. Posted by wibowo on March 11, 2014 at 6:32 AM

    Buku Uang-Uang Haram Dalam Demokrasi
    http://www.mediafire.com/download/kqgrm3tb6q5lkej/Buku+Uang-Uang+Haram+Dalam+Demokrasi+%5BDOC%5D.doc
    Semoga bermanfaat sebesar-besarnya.
    Jazakallah Khoiran Katsira.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: