170. Hasil Pendidikan Karakter, Anak yang tahu diri sampai Pegawai yang bersih, tahu aturan.

Penulis tidak akan membicarakan bagaimana pendidikan karakter atau pendidikan budi pekerti akan dilaksanakan di Indonesia, tapi kita tahu bahwa pendidikan karakter dan budi pekerti saat ini muncul kepermukaan …. karena kita kurang berhasil menenanamkan pendidikan budi pekerti atau karakter, penulis akan bercerita saja berdasarkan pengalaman selama studi di Norwegia. Tahun 1987
Penulis tinggal di Oslo Norwegia dengan keluarga Norwegia (home stay), selama tinggal dengan keluarga ini mendapatkan pengalaman yang berharga. Suatu malam penulis sedang menonton TV dengan anak perempuan kelas IV SD, kita tahu acara TV disana banyak yang menarik bagi anak orang dewasa. saat itu sedang asyik nonton acara anak-anak, kemudian acara pada chanel itu berubah menjadi acara anak dewasa. dengan refleksnya anak tersebut memindahkan chanel ke acara yang lain untuk seusianya. kemudian penulis bertanya, ” Kenapa saluran TV nya kamu rubah” jawaban sangat mengejutkan, bahwa acara yang barusan adalah bukan untuk saya dan belum saatnya untuk saya tonton. Jawaban yang luar biasa, dengan kesadaran hati bahwa dia tahu apa yang semestinya dia perbuat. tanpa ada yang menyuruh (Subhanallah).
Pengalaman lain, untuk mengisi kekosongan waktu penulis berkesempatan bekerja di sebuah kapal pesiar, sama seperti di Indonesia calon pekerja harus terdaftar sebagai pencari kerja mendapatkan kartu kuning. Cuma kalau di Norway bagi calon pekerja yang sudah mendapat kartu pasti akan mendapatkan pekerjaan, kalau tidak pemerintah akan membayar gaji tanpa kita bekerja (bandingkan dengan di Indonesia, calon pekerja sudah dapat kartu tetap aja nggak ada kerjaan baginya), disana sudah ada pemetaan antara jumlah kartu yang dikeluarkan dengan jenis lowongan pekerjaan. Luar biasa !!!.
Pemerintah memberlakukan pemotongan pajak pada setiap pekerja berapapun gajinya, akan tetapi apabila total gaji dalam satu tahun tidak mencapai X dollar (Krone) Norway. maka pajak yang dipotong akan dikembalikan.
Penulis telah selasai kuliah disana dan pulang otomatis bekerjapun harus berhenti, kembali ke Indonesia, dan mengajar di SPG 3 Jakarta seperti yang dulu, menghadapi rutinitas yang harus dijalani, tapi suatu hari ketika lelah selasai mengajar dikejutkan dengan
kiriman amplop berisi chek pengembalian pajak waktu bekerja di Norway, merinding bulu kuduk, sebab penulis tidak pernah mencantumkan alamat di Indonesia di perusahaan itu, rupanya perusahaan itu mencari alamat di Indonesia melalui Universitas dimana penulis belajar. Kalau pun tidak diberikan kepada penulis pajak tersebut, sebenarnya tidak akan menjadi masalah. karena penulis jauh dan tidak akan menuntut. Pegawai yang luar biasa dia sudah tahu antara hak dan bukan hak, hukum sudah berjalan sesuai dengan apa yang tertulis.Sementara kasus penggelapan pajak di Indonesia semakin marak dan berkembang. Cerita nyata lain banyak lagi. Ini adalah hasil dari pendidikan karakter. Buka saja internet Norway termasuk 5 besar terbersih dari koruptor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: