183. Jembatan Penyebrangan Orang, JPO, Nganggur aja atau Tidak relevan sebagai alat Penyebarangan

Satu JPO dibangun menghabiskan Ratusan juta Rupiah, melalui perencanaan kegiatan unit terkait. jembatan ini dibangun untuk kesejahtraan masyarakat melalui rasa aman dalam menyebrang jalan raya yang sangat padat. Sehingga juga dapat membantu kelancaran jalan raya. Tapi masyarakat itu sendiri mengabaikan adanya sarana penyebarangan tersebut.

. Saya juga jadi bingung, mengapa masyarakat penyebrang jalan raya maunya mengambil jalan pintas tidak mempedulikan kepentingan orang lain, dan tidak menghargai usaha Pemerintah.
Contohnya saja, JPO di daerah Lenteng Agung dekat stasiun KA atau JPO pada penyebrangan di stasiun KA Jagakarsa. Sudah pasti banyak orang akan menyebrang karena akan menggunakan Jasa angkutan KA. Di bawah jembatan tersebut sudah pasti macet karena ada orang nyebrang sembarangan.

Lihat aja itu Penyebrang Jalan. Enak Merdeka

Lihat aja itu Penyebrang Jalan. Enak Merdeka

Saran saya bongkar saja JPO yang tidak ada manfaatnya, percuma pakai pagar segala macam, toh akhirnya pagar tersebut akan diterobos orang, juga percuma pakai reward and punishment, karena petugas tidak selama nya nungguin itu JPO, adakan sosialisasi juga percuma habiskan biaya.
Saran saya sekali lagi bongkar saja dari pada merusak mata, ganti dengan JPO melalui bawah tanah atau underpass sekalian disitu dibangun konter-konter tempat jualan pulsa atau semacamnya, lebih bgus lagi pakai AC wah mantap orang akan suka kenyamanan, asal saling menjaga ketertiban. Saatnya para pembuat perencana mengalah, untuk membuat pemerintah berwibawa.
Karena sudah tidak relevan lagi Jembatan penyebaran Orang lewaT ATAS, NAIK CAPEK, PEGEL, PANAS.
Atau solusi lain adalah Orang yang nyebrang melalui JPO dikasih duit Rp. 10.000. sekali nyebrang, wah pasti rame itu yang nyebrang disitu malah akan menjadi “Mata Pencaharian”, Intinya Pemerintah Daerah harus mikir 10 kali kalau mau merencanakan pembangunan JPO di suatu tempat, walahuallam.

Catatan:

Sudah Dua bulan ini (Sejak November 2014), ke dua JPO yang saya sebutkan di atas sudah berfungsi sebagaimana layaknya JPO, dengan diabuatkan alur yang jelas dengan memaksa penyebrang harus ke JPO, Jempol buat PEMDA DKI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: