202. Carrefour ITC Depok, Sistem Bisnis Model Yahudi, sistem perdagangan Carrefour

ITC DEPOK

ITC DEPOK

Carrefour ITC DEPOK

Carrefour ITC DEPOK

Ada suatu cerita yang menggambarkan begitu pelitnya orang-orang Yahudi:
Ketika suatu pagi hari sedang dihidangkan minuman kopi susu hangat, namun tiba-tiba ada lalat nyemplung ke gelas kopi susu kita, maka ada tindakan yang akan dilakukan terhadap kopi susu dan lalat tadi
1. Orang Indonesia yang dikenal sebagai Orang boros, maka akan melakukan menumpahkan atau membuang kopi susu dan lalat tadi ketempat pembuangan.
2. Orang Arab yang tahu akan hukum, dia akan menenggelamkan lalat tadi dan hanya membuang lalat tersebut keluar, karena dia mempercayai bahwa sayap kiri lalat tersebut ada racunnya tetapi sayap kanan mengandung penawar dari racun tersebut.
3. Sedangkan orang Yahudi yang dikenal sebagai orang pelit, dengki dan bahil, akan mengambil “Lalat” tersebut dan diperasnya agar kopi susu yang telah diminum lalat dikembalikan pada gelas kopi susu.

Sejalan dengan itu ada sistem bisnis yang diterapkan ITC Depok, kejadian pada tanggal 28 September 2015 saya belanja bersama istri, setelah berkeliling selesai belanja, perut merasa lapar. Dan kebetulan ada counter restoran di dalam Carrefour, maka saya mampir disitu. Ada pengalaman menarik, ketika saya pilih ikan dengan harga perpotong Rp. 19.000, capcay Rp. 8.500. dan sepiring Nasi. Apa yang terjadi Nasi ditimbang dengan piring beratnya berapa, kemudian setelah dimasukan ikan ke nasi ditimbang lagi, kemudian setelah dimasukan capcay ke nasi ditimbang lagi. Begitu “pelik, pelit dan rumitnya” sistem pelayanan di restoran Carrefour. Buatlah yang praktis, besaran ikan dibuat harga rata-rata kan tidak apa-apa. yang dapat besar sedikit berarti dapat sedekah dari pembeli lain yang kebetulan dapat yang agak kecil. Bukan sedekah dari Carrefour yang bahil pelit seperti orang yahudi. Orang Islam mengajarkan perbanyaklah sedekah agar rezeki kita juga akan mudah dan bertambah.
Carrefour tunggulah kehancuran bisnis mu, tinggal masalah waktu saja. Mungkin restoran ini sudah lama menjalankan bisnis seperti itu. Allahualam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: