235. Bolak-Balik Naik haji, sholat Jungkir Balik, Anda tidak Dijamin Masuk Surga. 1 Muharram adalah tahun baruku.

Saya sering mendengarkan ceramah di masjid atau di tempat pertemuan acara lainnya, kalimat seperti: ” yang sering naik haji bolak balik, sholat jungkir balik, puasa rajin, baca al-Qur’an rajin sedekah rajin. …. Anda tidak di jamin masuk surga”. Dalam perkenalan sih dikenalkan Kiayi Haji …., ulama … dari …dsb. saya kalau mendengarkan kalimat seperti itu, terasa muak dan nyesek. Coba aja disimak kalimat seperti sholat jungkir balik? mana ada sholat jungkir balik, yang jungkir balik adalah pemain akrobat.

Tapi apapun maksud dari semua kata pada semua kalimat tersebut, saya tidak setuju dengan kalimat seperti itu, kalau maksudnya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah masyarakat. Ajakannya tidak seperti itu. Orang kalau sudah mendengar kalimat tersebut, mungkin bukan tambah rajin ibadahnya yang ada adalah tambah malas. Karena Orang yang sudah naik haji dan rajin sholat aja tidak di jamin masuk surga, apalagi apalagi kita yang belum melaksanakan ibadah haji. Sebagian akan berpikiran seperti itu.

Yang penting sih anda Islam percaya adanya Allah dengan mengucapkan dua kalimat syahadah di jamin masuk surga, Anda melaksanakan sholat lima waktu akan lebih di jamin masuk surga apalagi dengan sholat sunahnya, Kemudian anda juga taat bayar zakat, anda akan cepat masuk surga, terus anda puasa ini akan mempercepat masuk surga. Dan kalau anda mampu menunaikan ibadah haji, anda akan dipercepat lagi masuk surga.

Siapa yang menjamin semua itu …… ya ….. Allah. Dengan mengucap

  • Kalimat pertama :

Syahadat1.gif

ʾašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh
artinya : Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah
  • Kalimat kedua :

Syahadat2.gif

wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh
artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Makna syahadat

Seorang muslim hanya mempercayai Allah sebagai satu-satunya Allah dan tiada tuhan yang lain selain Allah. Allah adalah Tuhan dalam arti sesuatu yang menjadi motivasi atau menjadi tujuan seseorang. Dengan mengikrarkan kalimat pertama, seorang muslim memantapkan diri untuk menjadikan hanya Allah sebagai tujuan, motivasi, dan jalan hidup.

Dengan mengikrarkan kalimat ini seorang muslim memantapkan diri untuk meyakini ajaran Allah yang disampaikan melalui seorang ‘Rasul Allah,’ Muhammad.

Makna Laa Ilaaha Illallah

Kalimat Laa Ilaaha Illallah sebenarnya mengandung dua makna, yaitu makna penolakan dan bantahan terhadap segala bentuk sesembahan (baik dewa maupun ilah) selain Allah, dan makna penegasan bahwa gelar Tuhan, Ilah, Dewa atau sesembahan hanyalah milik Allah.[3]

Berdasarkan ayat ini, maka mengilmui makna syahadat tauhid adalah wajib dan mesti didahulukan daripada rukun-rukun Islam yang lain. Di samping itu Rasulullah pun menyatakan: “Barang siapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan ikhlas maka akan masuk ke dalam surga.”[4][5]

Dengan Rukun Islam yang pertama aja kita di jamin masuk surga, cuma masalahnya kapan giliran kita, karena kita harus melalui Yaumul hisab dulu terus diproses, kemudian masuk surga. (Allahualam).

Kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah adalah dengan kalimat motivasi mengalir seperti air, tidak bombatis,  di seperti kalimat di atas.

(Tulisan akhir tahun 31 Desember 2016 ….. saya di rumah saja tidak merayakan malam tahun baru 1 Januari 2017, karena tahun baru saya adalah 1 Muharam)attahiyat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: