236. Naik TransJakarta, Busway. BPJS, Virgana , Unindra Jakarta

13 Januari 2017, dengan langkah tergesa-gesa karena bermaksud mencari ojek dekat rumah, sekitar jam 18.30, ternyata tukang ojek tidak ada dipangkalan, dan terpaksa berjalan kaki ke depan mau cari angkot, lumayan sekitar 1km lumayan juga ada tanjakan. Tapi tidak apa-apa “dalam hati menghibur diri”sekali-kali olah raga senja.

Waktu itu saya bermaksud mau ke RSCM Salemba,mau menengok Rafi yang sedang koma,  sebelumnya dia sudah terbaring selama 5 bulan untung pakai BPJS.Selama pakai BPJS juga kalau diungkap disini akan menjadi cerita yang sama “sesama pemakai”, keluhan pemakai seirama merasa kurang puas.Mulai dari mendapatkan kamar harus Deposit karena tidak ada kamar kosong, harus masuk Vip atau VVIP.Keluhan anaku bolak-balik periksa darah kelab, bayar …. bayar ….. bayar. Mau gratis memang negara inipunya nenek moyangmu.

Dari Cipedak Jalan Aselih naik angkot M 20 tujuan Pasar Minggu, nanti saya akan turun di Pertanian naik TransJakarta, orang bilang sih busway, kalau busway kan jalannya bis. Yang salah sih yang mempulerkan awal, sampai sekarang orang tahunya busway.

Angkot ini sopirnya nakal juga “kenapa”, ada calon penumpang tujuan Pasar Minggu, tidak boleh naik, angkot ini hanya sampai pertanian (yang menjadi tujuanku), negaaara ini masih rusak penghuninya . Tidak ada pelayanan Prima untuk pemakai BPJS, tidak ada pelayanan prima kepada pemakai angkot, semuanya cari untung aja, cari mudah. Tapi kalau anda bukan jalur BPJS  katakanlah jalur pribadi, maka pelayannya akan maksimal mendekati Prima. Naik taksi online kek taksi tradisional kek akan lebih prima.

Sudah sampai Pertanian, saya menyebrang jalanke halte transJakarta, terus beli tiket, gak boleh harus beli kartu (wah saya ketinggalan zaman), dulu boleh ya………. Ya sudah berapa Rp. 40.000, dengan saldo Rp.20.000. Aku berpikir yang Rp.20.000 kemana ya, otak mengkalkulasi kalau ada 100.000 pelanggan,uang RP. 2 milyar kemanain ya. (apapun alasan bagi mereka penyelenggara siapapun),bagi aku sih itu korupsi gelap, namanya gelap bisa jadi korupsi tidak kelihatan.

Harus banyakbertanya kalau belum terbiasa, katanya kalau dari sini (Pertanian) nanti turun di Manggarai, naiklagi yang tujuan Pulogadung turun di Matraman (gambar atas adalah satu gambar halte persimpangan Matraman, dari situ naik lagi tujuan Ancol turun Salemba UI.

Petugas cukup profesional sebagian selalu mengingatkan halte pemberhentian, kenapa sebagian ya …. karena pelayanannya tidak Prima.

Kenyamanan: Ac bagusdingin karena saya jalan malam, kondisi kendaraan jelek mengeluarkan suara seperti suara mobil grobak tua.

Penumpang: Sebagian tahu aturan, etika. Ada yang  memberikan tempat duduk kepada yang lebih tua, sebagian lagi cuek aja.

Ada pemisahan atau ada ruang khusus untuk wanita, tetapi sayang sebagian para wanita tidak memanfaatkan, dia lebih memilih di tempat di uang bukan untuk wanita, sedangkan saya lihat ruang duduk wanita banyak yang kosong, siapa dia karena pacarnya cowok. Tapi yang pacarnya cewek gak bisa duduk di ruang wanita. Hehehehe

Pagi hari nya 14 januari 2017 (sabtu) perjalanan saya ulang lagi RSCM dimana cucuku di rawat, mendapatkan pengalaman yang sama. Cuma ada satu yang berbeda ketika aku sampai di Kamar 101 ruang anak RSCM 12.00 siang …….. dan jam 12.14 cucuku sudah meninggalkan Kami. Innalilahi Wa’innailahi roji’un semoga masuk sorga. kata-kata terakhirnya adalah yang diucapkan kepada anakku Satria memang dia yang menuggu siang dan malam selama 6 bulan: “pah terimakasih ya …”

Anda semoga sehat selalu dan banyak rezeki. Aamiin YRA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: